
Kubus Rubik's adalah sebuah teka-teki mekanik yang ditemukan pada tahun 1974 oleh pemahat dan profesor arsitektur Hungaria, Ernő Rubik. Kubus ini terbuat dari plastik dan terdiri atas 26 kubus kecil yang berputar pada poros yang terlihat. Setiap sisi dari kubus ini memiliki sembilan permukaan yang terdiri dari enam warna yang berbeda. Ketika teka-teki ini terpecahkan, setiap sisi dari kubus ini memiliki satu warna dan warna yang berbeda dengan sisi lainnya. Permainan puzzle ini mencapai puncak popularitasnya di awal tahun 1980an. Bahkan sempat dikatakan bahwa pada masa tersebut rata-rata setiap rumah di Amerika Serikat mempunyai sedikitnya satu buah permainan puzzle ini. Sampai detik ini diperkirakan telah lebih dari 100.000.000 Kubus Rubik terjual di seluruh dunia.Permainan ini diklaim dapat meningkatkan ketajaman kecerdasan visual spasial dan daya nalar, sehingga tak heran banyak orang kecanduan memainkannya.
Sebuah Kubus Rubik mempunyai 43,252,003,274,489,856,000 atau sekitar 43 quintillion (miliar miliar) kombinasi posisi yang memungkinkan, walaupun seringkali hanya disebutkan mempunyai “jutaan” kemungkinan, yang disebabkan betapa besarnya angka-angka tersebut. Namun meskipun mempunyai kemungkinan posisi yang teramat sangat banyak, Kubus Rubik dapat diselesaikan dalam rata-rata 56 gerakan/putaran saja, bahkan bisa kurang dari itu.
Telah banyak kejuaraan diadakan untuk menentukan siapa yang dapat menyelesaikan Kubus Rubik dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kejuaraan dunia pertama diadakan pada tanggal 5 Juni 1982 di Budapest dan dimenangkan oleh Minh Thai, seorang pelajar asal Los Angeles dengan catatan waktu 22,95 detik. Setelah itu sempat terjadi kevakuman dan kepopuleran Kubus Rubik makin meredup, hingga akhirnya diadakan kejuaraan dunia yang kedua pada tanggal 24 Agustus 2003 di Toronto. Kejuaraan tersebut dimenangkan oleh Dan Knights, seorang programmer asal San Fransisco, dengan waktu 20.02 detik. Rekor resmi terakhir yang tercatat di Guinness Book of Records adalah 12,11 detik atas nama Shotaro Makisumi, seorang anak muda asal negara Jepang. Meskipun catatan Guinness tersebut kurang up-to-date dimana rekor resmi yang sekarang diakui oleh WCA (World Cube Association) adalah 10.48 detik, yang dicetak oleh Toby Mao. Di luar catatan-catatan resmi tersebut, sebenarnya banyak individu-individu yang telah mencatatkan rekor dengan waktu yang lebih cepat… Bahkan di bawah 10 detik!! (untuk informasi, lihat di bagian Unofficial Record di www.speedcubing.com).
Sekarang permainan ini sudah dianggap sebagai olahraga dimana kecepatan tangan dan otak yang terlatih diperlukan untuk menyelesaikan tantangan secepat mungkin. Istilah resmi untuk olahraga baru ini adalah “SPEEDCUBING”.
Saya Sendiri Pun Bermain Rubik Saat kelas satu SMA. saya belajar melalui video di youtube.com. kemudian saya mencari lagi metode lain menyelesaikan rubik, sayapun menemukan situs milik badmephisto.com. Pada situs tersebut mengajarkan menyelesaikan rubik dengan metode Fridrich. yang memiliki 4 langkah. untuk lebih jelasnya silakan klik http://badmephisto.com/.
Berikut adalah cara dan tips menyelesaikan rubik:
1. Begginer’s method : Bagi anda yang belum pernah menyelesaikan sebuah rubiks, inilah yang perlu anda cari. Banyak sekali artikel yang menjelaskan cara menyelesaikan rubik’s cube untuk pemula. Mungkin anda ingin menjadi orang yang mampu menyelesaikannya dalam waktu 5 menit, 2 menit, atau dibawah 1 menit, anda bisa memulainya dari sini. Pada umumnya beginners method dibagi dalam 7 langkah. Anda hanya perlu menghafalkan urutan langkah dan sedikit (7-12) alogaritma. Dengan metode ini, anda bisa mencapai level 2 menit. (Lama pembelajaran : 1-2 hari)
2. Fingertick : Fingertrick adalah tekhnik menggunakan jari untuk melakukan gerakan gerakan tertentu dalam memutar rubik’s cube secara efisien. Ada banyak materi yang mengupas tentang ini dan kami sangat merekomendasikan anda belajar melalui video. Fingertrick yang baik bisa jadi merupakan kunci yang paling penting yang menentukan seberapa cepat seseorang mampu menyelesaikan rubik’s cube. Anda bisa mengetahui kelihaian tangan anda dengan menghitung berapa gerakan yang bisa anda lakukan dalam 1 detik. Dengan fingertrick yang baik ditambah dengan sedikit kejelian dalam melihat gerakan selanjutnya, anda dapat mencapai level solving sekitar 1 menit. ( 1-2 hari, namun perlu sedikit lama untuk membiasakannya)
3. Keyhole Method. Metode ini adalah metode jalan pintas untuk menyelesaikan layer 1 dan 2 secara lebih cepat. Anda akan menghemat beberapa gerakan yang perlu anda lakukan dalam beginner’s method dengan metode ini. Disamping keyhole, anda juga bisa mencari shortcut2 sebagai pengembangan dari begginners method. Misalnya, jika anda belajar melalui tutorial Dan brown, maka anda bisa melihat video lanutannya berjudul how to solve a rubik’s cube faster.
Lakukan langkah 1,2, dan 3 hingga anda mencapai level dibawah 1 menit, atau setidak tidaknya 1,5 menit. Ini akan memakan waktu 1- 3 minggu (dengan latihan teratur setiap hari).
4. 2 look OLL dan 2 look PLL . Ini adalah saatnya kita mulai bermigrasi ke Metode Fridrich. Belajar ‘separuh’ last layer dari metode fridrich akan cukup memotong waktu kita hingga beberapa detik. Untuk metode 2 look OLL ini anda perlu belajar 7 jenis alogaritma untuk PLL ditambah 2 alogaritma transformasi. Smentara untuk 2 look PLL minimal anda perlu mempelajari 2 alogaritma, lalu megembangkannya menjadi 4.
5. F2L. F2L adalah langkah ke dua dari metode fridrich murni. F2L merupakan tekhnik menyelesaikan 2 layer pertama sekaligus dengan menggabungkan edge dan corner dan memasukkannya kedalam slot di keempat sudutnya. Perlu waktu lama untuk benar benar menguasai F2L. Dalam keseluruhan metode friddich, seberapa lama anda mampu menyelesaikan f2L merupakan penentu kecepatan anda. Bagi anda yang mampu menyelesaikan rubikd alam waktu 1 menit dengan metode beginner, akan mengalami pelambatan waktu yan signifikan ketika belajar f2L dikarenakan f2l lebih membutuhkan logika. Bahkan jika dilakukan dengan menghafal alogaritma tetap akan memakan waktu lama untuk benar benar menguasainya dikarenakan jumlahnya yang cukup bayak (42 alogaritma) Namun seiring berjalannya awktu,
6. Full PLL
Setelah cukup baik dengan F2L (usahakan anda bisa menyelesaikan cross dan F2L dalam waktu 35 detik) Anda bisa mempelajari Keseluruhan Alogaritma PLL.
Total ada 21 Alogaritma yang harus dipelajari. Full PLL berfungsi menggantikan 2 look PLL. Dengan mempelajari ini anda akan menghemat 3-4 menit. Full PLL bisa dikerjakan secara bertahap hingga akhirnya mencapai 21 keseluruhan alogaritma. Pada level ini anda dapat mencapai kecepatan hingga sub 25.
7. Full OLL
Bagi anda yang terbiasa menggunakan 2 look OLL hingga mencapai sub 25, maka mempelajari Full OLL hanya akan menghemat waktu 2-3 detik. Namun langkah ini adalah langkah yang harus ditempuh untuk mencapai sub 20. Anda harus menghafal 50an alogaritma PLL untuk menguasai tahap ini.
Setelah menguasai poin 1 – 7 maka berarti anda telah menggunakan Full Jessica Fridrich method. Dengan mengoptimalkan metode ini. Anda bisa mengcapai kecepatan kurang lebih 16 hingga 20 detik. Setelah anda menguasai Metode ini secara optimal, anda bisa mempelajari beberapa tekhnik tambahan untuk menyempurnakan Metode Jessica Fridrich seperti dibawah ini.
8. Multi alogarithm
Masing masing alogaritma dari Metode Jessica Fridrich hanya bisa diaplikasikan pada pola tertentu yang terkadang kita harus memutar rubik (y, y’, y2, dll). Mempelajari multi alogarithm artinya alogaritma yang bisa digunakan pada posisi lain dalam 1 pola. Banyak situs yang menyedakan alogaritma tambahan ini seperti cubewhiz dan cubestation.
9. Multi slotting
Multi slotting pada hakikatnya adalah memasukkan sebuah pair sementara kita menyiapkan pair lainnya sehingga mudah untuk dimasukkan. Tekhnik ini digunakan untuk menyempurnakan F2L.
10. Extended cross
Extended cross merupakan penggabungan dari metode blok building seperti petrus dan melanjutkannya dengan friddrich. Pada awalnya kita membangun rubik dengan dimensi 2x2x2 sehingga pada akhirnya kita akan mendapatkan sebuah cross ditambah 1 pair yang telah berada di slot yang benar.
Dan ini adalah metode dalam menyelesaikan rubik:
Jessica Fridrich Method :
Jessica Fridrich merupakan seorang Professor di bidang Elektro dan Komputer di Universitas Birmingham. Beliau adalah penemu metode CFOP yang dikenal sebagai Metode Jessica Fridrich. Ketertarikan Fridrich terhadap Rubiks Bermula sejak Rubiks cube dikenalkan kepada dunia pada awal 1980. Booming Rubiks cube mulai menurun setelah Kejuaraan Dunia Rubiks cube dan orang orang mulai mengangap bahwa 23 detik (rekor dunia pada saat itu) adalah batas yang tak mungkin di kalahkan. Pada pertengahan 1997, beliau memutuskan untuk mempublikasikan Metodenya yang diestimasi mampu membuat seseorang mampu menyelesaikan Rubiks cube dalam waktu 17 detik apabila menguasai keseluruhan alogaritmanya (yang berjuamlah ratusan). Publikasi ini menggugah minat dari ribuan remaja termasuk Shotaro Makisumi untuk menguasai metode tersebut secara keseluruhan. Sejak saat itulah, gelombang baru speedcubing dimulai, Alogaritma alogaritma yang optimal mulai ditemukan. Beberapa varian metode mulai dikembangkan, berikut software, dan kompetisi dunia.
Meskipun sebagian besar orang tidak lagi menggunakan alogaritma asli temuan Jessica Fridrich, namanya tetap digunakan untuk merujuk pada metode CFOP. Alogartima yang banyak digunakan sekarang (terutama OLL dan PLL) telah melewati proses seleksi dan optimalisasi terutama dari segi kemudahan eksekusi oleh tangan.
Sebelumnya saya telah membuat artikel tentang Jessica Fridrich, namun belum lengkap rasanya kalau saya belum jelaskan pembuat metode lainnya. Berikut adalah garis besar dari Sang Pembuat Metode.
Petrus Method :
Metode ini dirancang oleh Lars Petrus, speedcuber seangkatan Jessica Fridrich. Bila metode Fridrich tergolong metode sistematis, maka metode petrus jauh lebih intuitif.
Metode ini mengharuskan anda menggunakan logika dan kekuatan pikiran untuk membuat apa yang disebut “block buliding”. Yang pertama diselesaikan pada metode ini adalah blok 2x2x2, lalu diperluas menjadi 2x2x3. Selanjutnya seluruh edge diorientasikan, kemudian kedua sisi rubik yang tersisa diselesaikan dengan algoritma Sune, Allan, dan Niklas.
Lars Petrus mengembangkan metode ini karena merasa kurang efektif pada metode layer by layer. Dengan metode ini, Anda dapat menyelesaikan rubik dengan lebih sedikit gerakan namun lebih banyak berfikir. Metode ini lebih banyak digunakan dalam cabang fewest moves (menyelesaikan rubik dengan gerakan paling sedikit).
Waterman Method :
Metode yang lebih dikenal dengan sebutan corner-firstmethod ini umum digunakan pada sekitar tahun 1980. Orang yang berjasa mengembangkan metode ini adalah Marc Waterman. Ia telah dapat mencapai average solving time 16 detik pada paruh akhir tahun 1980-an. Salah satu cuber yang menggunakan metode ini adalah Minh Thai, juara rubik dunia yang pertama. Langkah pertama dalam metode ini adalah dengan menyusun salah satu sisi terlebih dahulu (biasanya sisi kiri), baru kemudian menyelesaikan corner pieces, lalu edge pieces dengan beberapa tahap slice turns atau gerakan lapis tengah. Paling tidak ada tujuh algoritma yang harus anda ingat.
Roux Method :
Metode ini dikembangkan oleh Gilles Roux. Langkah metode ini diawali dengan membangun 3x2x1 yang terletak dibagian bawah pada lapis kiri rubik. Tahap kedua adalah dengan menyusun blok 3x2x1 lainya pada lapis yang berlawanan. Setelah keempat corner diselesaikan, yang tersisa adalah enam edge dan empat center yang diselesaikan pada tahap terakhir.
Pengguna metode ini dapat memanfaatkan waktu inspeksi yaitu hak 15 detik yang diberikan kepada seorang kompetitor dalam sebuah kompetisi resmi untuk memeriksa rubiknya sebelum melakukan solving. Hal ini dikarenakan cuber dapat merencanakan penyelesaian untuk lima pieces, bukan hanya empat seperti pada metode Fridrich dan Petrus. Metode ini juga tidak terlalu bergantung pada hafalan algoritma karena seluruh tahap, kecuali tahap tiga, dilakukan dengan mengandalkan intuisi.
Metode ini tidak memerlukan banyak rotasi seperti pada metode Fridrich, dengan demikian gerakan Anda saat menyelsaikan rubik lebih efisien.
Heise Method :
Metode yang meiliki tingkat kerumitan sangat tinggi ini dikembangkan oleh Ryan Heise. Yang pertama kali harus Anda lakukan adalah menyusun empat blok 1x2x2 yang saling menempel. Hal yang menarik, blok-blok ini tidak perlu memiliki warna yang sama sehingga kita leluasa untuk mengambil keuntungan terhadap blok-blok yang sudah tersusun di awal. Tahap selanjutnya, edge pieces akan diorientasikan dan secara bersamaan blok yang telah ada akan tersusun sesuai pasangannya, lalu edge yang masih tersisa diselesaikan. Bila telah selesai, barulah corner diselesaikan dalam dua tahap.
Zborowski-Bruchem Method :
Metode ini dikembangkan oleh Zbingniew Zborowski dari Polandia dan Ron van Bruchem dari Belanda. Metode yang sering disingkat ZB ini dapat menyelesaikan lapis terakhir dengan tahap yang lebih sedikit dari OLL+PLL dalam metode Fridrich.
Metode ini identik dengan metode CFOP, namun pasanagan F2L terakir diselesaikan dengan cara melakukan orientasi pada edge lapis terakhir secara bersamaan. Teknik ini dikenal ZBF2L. Langkah terakhirnya yang terdiri dari corner orientation, corner permutation, dan edge permutation dikerjakan dengan satu eksekusi algoritma yang disebut ZBLL.
Keuntungan besar dari metode ini terletak pada eksekusi last layer yang sangat cepat, sebagai sebuah dari pengenalan terhadap 1211 kasus yang dapat menjadikan seseorang dapat melakukan 1 look Last Layer. Metode ini diyakini mampu membuat orang yang menguasainya dapat menyelesaikan rubik dengan waktu rata-rata 11 detik, bahkan kurang.Blindfolded
Blindfolded 3x3x3 adalah permainan dimana kalian merencanakan dan mengingat solving, lalu mengeksekusinya dengan mata tertutup. Waktu yang dihitung adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengingat seluruh cube hingga selesai mengeksekusinya dengan mata tertutup. Rekor resmi dunia saat ini adalah 47 detik oleh Ville Seppanen. Namun jika anda mampu menyelesaikan dibawah 2 setengah menit, anda sudah berhak masuk ke dalam peringkat 100 dunia.
Rahasia Blindfolded:
Rahasia Blindfolded terletak pada serangkaian gerakan khusus (alogaritma) khusus yang membuat anda menyelesaikan satu atau lebih cubie (potongan kecil pada rubik) dengan hampir tanpa merubah posisi cubie yang lain. Hal ini akan membuat kita mampu melakukannya.
Syarat Untuk mampu melakukan Blindfolded:
Secara teoritis, anda tidak perlumenguasai metode solving umum untuk dapat melakukan BLD. Hal ini dikarenakan metode yang digunakan untuk BLD berbeda dengan regular solving. Namun akan lebih mudah jika anda memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Mampu melakukan solving dibawah (kira2) 40 detik
2. Menguasai minimal separuh alogaritma PLL dan mampu melakukannya dengan mata tertutup.
Ada beberapa metode yang dikenal untuk menyelesaikan rubik dengan mata tertutup, namun ada 4 yang paling terkenal dan sangat direkomendasikan.
1. 3 Cycle Orientation Permutation (Shotaro Makisumi)
Metode ini dibagi dalam 5 tahap, yakni mengoreksi orientasi edge, mengoreksi orientasi corner, mengoreksi letak (permutasi) edge, mengoreksi letak (permutasi) corner, dan terakhir membetulkan parity (jika ada). Kelebihan dari metode ini adalah kecepatannya karena sekali gerak mampu mengoreksi 2 cubie sekaligus. Tingkat kesulitan untuk pemula: Tinggi
2. Old Pochmman (Stefan Pochmman)
Metode ini menggabungkan orientasi dan permutasi sekaligus, namun hanya menyelesaikan 1 cubie sekali gerak. Metode ini dalam hal kecepatan tidak mampu mengalahkan 3OP, namun untuk pemula cukup mudah untuk dikuasai.
3. M2/R2 (Stefan Pochmman)
Metode ini memiliki konsep sama dengan Old Pochmman namun dengan gerakan yang lebih efisien. Cukup susah untuk dikuasai oleh pemula meskipun tidak sesulit 3OP. Kesulitan terletak pada perlunya menghafal banyak alogaritma baru dan membiasakan untuk menghitung ganjil/genap selama solve berlangsung. Metode ini mampu bersaing ketat dengan 3OP.
4. Freestyle
Metode ini menghalalkan alogaritma apapun untuk menyelesaikan sebuah cube dengan mata tertutup. Sebagian besar menggunakan commutator. Para pemegang rekor dunia menggunakan metode ini untuk mendapatkan rekornya. Metode ini sangat efisien dan efektif, namun perlu latihan keras, dan banyak berfikir. Tingkat kesulitan : Sangat tinggi, meskipun Ville (Peringkat 1 dunia BLD) mengatakan bahwa menguasai commutator banyak kemiripan dengan menguasai F2L.
Dari Berbagai Sumber.

0 komentar:
Posting Komentar